14 Mitos Fakta Seputar Tuna Kaleng, Mana yang Benar?

Kisah tuna kaleng berawal pada abad ke-19, ketika para pelaut Amerika dan Eropa mencari cara untuk mengawetkan ikan tuna yang melimpah di laut. Pada tahun 1812, seorang pengusaha asal Prancis bernama Nicolas Appert menemukan metode pengawetan makanan menggunakan kaleng kedap udara. Penemuan ini membuka jalan bagi lahirnya tuna kaleng, yang pertama kali diproduksi secara komersial di Amerika Serikat pada tahun 1899.

Seiring waktu, tuna kaleng menjadi semakin populer karena kepraktisannya. Para pekerja dan keluarga yang sibuk dapat menikmati hidangan lezat dan bergizi tanpa harus menghabiskan waktu lama di dapur. Tuna kaleng juga menjadi pilihan ideal untuk dibawa bepergian, memungkinkan orang untuk menikmati kelezatan ikan tuna di mana saja.

Sejarah Industri Tuna Kaleng

Awalnya, produksi tuna kaleng dilakukan secara manual, dengan ikan tuna dibersihkan, dipotong, dan dimasukkan ke dalam kaleng secara manual. Proses ini memakan waktu dan tenaga kerja yang banyak. Namun, seiring kemajuan teknologi, industri tuna kaleng mengalami modernisasi. Mesin-mesin canggih digunakan untuk membersihkan, memotong, dan mengemas ikan tuna, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Saat ini, industri tuna kaleng telah menjadi industri global yang besar dengan nilai pasar mencapai miliaran dolar. Negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Filipina merupakan penghasil tuna kaleng terbesar di dunia. Tuna kaleng diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia, dan menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan global.

Jenis-jenis Tuna Kaleng yang Beredar di Pasaran

Dunia tuna kaleng menawarkan berbagai pilihan yang dapat memuaskan selera setiap orang. Berikut beberapa jenis tuna kaleng yang umum ditemukan di pasaran:

  • Tuna Albacore: Dikenal sebagai “white tuna” atau tuna putih, albacore memiliki daging yang berwarna putih pucat, tekstur yang lembut, dan rasa yang ringan. Tuna albacore umumnya lebih mahal dibandingkan jenis tuna lainnya karena populasinya yang lebih sedikit. Contoh merek tuna albacore yang populer adalah Chicken of the Sea dan Bumble Bee.
  • Tuna Yellowfin: Memiliki daging berwarna merah muda, tekstur yang lebih padat dibandingkan albacore, dan rasa yang lebih kuat. Tuna yellowfin merupakan salah satu jenis tuna yang paling populer dan digemari banyak orang. Contoh merek tuna yellowfin yang populer adalah Starkist dan Princes.
  • Tuna Skipjack: Dikenal juga sebagai “light tuna” atau tuna ringan, skipjack memiliki daging berwarna merah muda kecoklatan, tekstur yang sedikit kasar, dan rasa yang lebih amis dibandingkan jenis tuna lainnya. Tuna skipjack umumnya lebih murah dibandingkan jenis tuna lainnya. Contoh merek tuna skipjack yang populer adalah A-1 dan Ayam Brand.
  • Tuna Chunk: Tuna chunk memiliki potongan daging tuna yang lebih besar dibandingkan jenis tuna lainnya, memberikan tekstur yang lebih kenyal dan rasa yang lebih kaya. Contoh merek tuna chunk yang populer adalah Libby’s dan Clover Leaf.
  • Tuna Shredded: Tuna shredded memiliki daging tuna yang disuwir-suwir, memberikan tekstur yang lebih halus dan mudah diolah. Contoh merek tuna shredded yang populer adalah Chunk Light Tuna dan StarKist Chunk White Tuna in Water.

Manfaat Tuna Kaleng untuk Kesehatan

Tuna kaleng bukan hanya lezat, tetapi juga kaya akan manfaat kesehatan. Berikut beberapa manfaat mengonsumsi tuna kaleng:

  • Sumber Protein Tinggi: Tuna kaleng merupakan sumber protein yang excellent, membantu membangun dan memelihara jaringan tubuh, serta mendukung proses metabolisme. Satu kaleng tuna (170 gram) mengandung sekitar 30 gram protein, yang setara dengan protein yang terdapat dalam dua butir telur.
  • Kaya Omega-3: Asam lemak omega-3 dalam tuna kaleng penting untuk kesehatan jantung, otak, dan mata. Omega-3 membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), serta mencegah penyakit jantung dan stroke. Satu kaleng tuna (170 gram) mengandung sekitar 1 gram omega-3, yang memenuhi sekitar 50% kebutuhan omega-3 harian orang dewasa.
  • Menjaga Kesehatan Tulang: Tuna kaleng mengandung vitamin D dan kalsium yang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium, sedangkan kalsium membantu menjaga kepadatan tulang. Satu kaleng tuna (170 gram) mengandung sekitar 25% kebutuhan vitamin D harian orang dewasa dan 15% kebutuhan kalsium harian orang dewasa.
  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh: Tuna kaleng mengandung vitamin B12 yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan
  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh: Tuna kaleng mengandung vitamin B12 yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Vitamin B12 juga penting untuk kesehatan saraf dan otak. Satu kaleng tuna (170 gram) mengandung sekitar 100% kebutuhan vitamin B12 harian orang dewasa.
  • Membantu Menurunkan Berat Badan: Tuna kaleng merupakan sumber protein yang tinggi dan rendah kalori. Hal ini dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan, sehingga membantu program penurunan berat badan. Satu kaleng tuna (170 gram) mengandung sekitar 170 kalori dan 30 gram protein.
  • Meningkatkan Kesehatan Kulit: Kandungan vitamin dan mineral dalam tuna kaleng dapat membantu menjaga kesehatan kulit, sehingga kulit terlihat lebih cerah dan terhidrasi. Vitamin A dalam tuna kaleng penting untuk kesehatan mata dan kulit, sedangkan vitamin E membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Satu kaleng tuna (170 gram) mengandung sekitar 10% kebutuhan vitamin A harian orang dewasa dan 5% kebutuhan vitamin E harian orang dewasa.

Tips Memilih dan Mengolah Tuna Kaleng

Di balik kepraktisannya, memilih tuna kaleng yang berkualitas dan mengolahnya dengan tepat menjadi kunci untuk mendapatkan rasa yang lezat dan manfaat kesehatan yang optimal. Berikut beberapa tips yang perlu Anda perhatikan:

  • Pilih Tuna Kaleng Berkualitas: Carilah tuna kaleng yang terbuat dari ikan tuna segar dan berkualitas tinggi. Perhatikan label kemasan untuk memastikan kandungan protein dan omega-3 yang tinggi, serta rendah sodium dan merkuri.
  • Variasikan Jenis Tuna Kaleng: Cobalah berbagai jenis tuna kaleng untuk menemukan rasa dan tekstur yang Anda sukai.
  • Olah Tuna Kaleng dengan Kreatif: Tuna kaleng dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat dan bergizi, seperti salad, sandwich, tumis, atau bahkan pizza.
  • Simpan Tuna Kaleng dengan Benar: Simpan tuna kaleng di tempat yang sejuk dan kering. Setelah dibuka, simpan tuna kaleng di dalam kulkas dan konsumsi dalam waktu 3-4 hari.

Mitos Fakta Seputar Tuna Kaleng, Mana yang Benar?

Tuna kaleng, hidangan praktis dan lezat, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari banyak keluarga. Kemudahan penyajian dan kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikannya pilihan favorit. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak mitos dan fakta tuna kaleng yang beredar di masyarakat. 

Berikut ini mitos dan fakta seputar tuna kaleng yang dirangkum dari website King’s Fisher, brand Tuna Kaleng yang Sejak tahun 1978 fokus memproduksi makanan kaleng berupa ikan sarden, makarel, dan tuna. Komitmen mereka terhadap kualitas dan rasa menjadikan King’s Fisher sebagai pilihan populer di berbagai kalangan.

  • Mitos 1: Tuna Kaleng Tidak Segar

Fakta: Tuna kaleng terbuat dari ikan segar pilihan. King’s Fisher, sebagai salah satu merek ternama, menggunakan ikan segar yang ditangkap oleh nelayan Indonesia. Kualitasnya terjamin dengan sertifikat SNI dan BPOM.

  • Mitos 2: Tuna Kaleng Harus Dimasak Terlebih Dahulu

Fakta: Tuna kaleng aman untuk langsung dikonsumsi karena sudah melalui proses pengolahan matang tanpa kehilangan nilai gizinya. Anda dapat menikmatinya langsung dengan nasi hangat atau mengolahnya menjadi berbagai hidangan lezat.

  • Mitos 3: Tidak Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Fakta: Tuna kaleng aman dikonsumsi setiap hari, termasuk produk King’s Fisher. Proses produksinya menggunakan mesin pemanas suhu tinggi untuk memastikan ikan kaleng steril dan terjaga nutrisinya. Konsumsi bersama sayuran untuk melengkapi asupan serat.

  • Mitos 4: Tuna Kaleng Mengandung Pengawet Berbahaya

Fakta: Tuna Kaleng King’s Fisher diolah tanpa bahan pengawet, sehingga aman untuk dikonsumsi. Ketahanannya berasal dari kemasan hermetis (kedap udara) dan proses pengolahan ikan dan kaleng sesuai standar SNI.

  • Mitos 5: Tuna Kaleng Kurang Bernutrisi

Fakta: Tuna kaleng kaya protein, vitamin, dan omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. King’s Fisher memastikan kandungan nutrisi ini tetap terjaga dalam proses pengolahannya.

  • Mitos 6: Semua Jenis Ikan Tuna Kaleng Sama

Fakta: Jenis ikan tuna yang digunakan dalam kaleng berbeda-beda. King’s Fisher menggunakan ikan SKIP JACK dari perairan Indonesia yang bertekstur berdaging dan gurih, cocok untuk dinikmati dengan nasi.

  • Mitos 7: Ibu Hamil Tidak Boleh Konsumsi Tuna Kaleng

Fakta: Tidak ada larangan pasti mengenai konsumsi tuna kaleng bagi ibu hamil selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran yang tepat.

  • Mitos 8: Tuna Kaleng Hanya untuk Hidangan Tertentu

Fakta: Tuna kaleng dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti sushi, sandwich, kimbap, dan masih banyak lagi. Ikuti instagram King’s Fisher untuk inspirasi resep masakan lezat dan mudah.

  • Mitos 9: Semua Tuna Kaleng Sama Rasanya

Fakta: Setiap jenis tuna memiliki tekstur dan rasa yang berbeda. SKIP JACK, misalnya, memiliki rasa yang lebih kuat. King’s Fisher menawarkan 5 varian rasa: Tuna Sambal Matah, Tuna In Brine, Tuna In Oil, Tuna Bumbu Pedas, dan Tuna Sambal Balado.

  • Mitos 10: Tuna Kaleng Mahal Lebih Berkualitas

Fakta: Harga tidak selalu mencerminkan kualitas. Perhatikan kandungan nutrisi, tanggal kadaluarsa, jenis ikan tuna, dan varian rasa saat memilih tuna kaleng. Pilih tuna kaleng dengan kandungan nutrisi tinggi dan harga terjangkau.

  • Mitos 11: Ikan Tuna Hanya Ada di Luar Negeri

Fakta: Ikan tuna juga banyak terdapat di perairan Indonesia. King’s Fisher, sebagai produk asli Indonesia, menggunakan ikan pilihan terbaik yang ditangkap oleh nelayan lokal.

  • Mitos 12: Tuna Kaleng Memicu Obesitas dan Kolesterol

Fakta: Tuna kaleng merupakan sumber protein tinggi dan mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan. Konsumsi berlebihan memang tidak baik, seperti halnya makanan lain. Imbangi dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif untuk menjaga kesehatan.

  • Mitos 13: Hindari Konsumsi Tuna Kaleng Dalam Minyak

Fakta: Tuna kaleng dalam minyak mengandung protein dan omega-3 tinggi. Minyak dalam kaleng pun dapat mengeluarkan cita rasa ikan lebih kuat. Namun, jika Anda mencari varian rendah kalori, pilihlah tuna kaleng tanpa minyak.

  • Mitos 14: Isi Tuna Kaleng adalah Ayam

Fakta: Tuna kaleng terbuat dari ikan tuna berkualitas tinggi dan bernutrisi, bukan ayam. Tekstur kenyal dan berdagingnya berasal dari sifat alami ikan tuna.

Tuna kaleng merupakan pilihan makanan yang lezat, bergizi, dan praktis. Dengan kandungan protein, omega-3, vitamin, dan mineral yang tinggi, tuna kaleng menawarkan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Pilihlah tuna kaleng berkualitas dan olahlah dengan kreatif untuk menikmati hidangan lezat dan bergizi.

Selain itu dengan memahami mitos dan fakta seputar tuna kaleng membantu Anda memilih dan menikmati tuna kaleng dengan bijak. King’s Fisher, dengan komitmennya terhadap kualitas dan rasa, menawarkan berbagai pilihan tuna kaleng yang lezat, bergizi, dan aman dikonsumsi.