Thu. Jul 18th, 2024

 

Pestisida adalah bahan kimia yang bersifat racun bagi hama dan sudah menjadi kebutuhan sebagian besar petani dalam meminimalisir jumlah hama merugikan yang dapat menurunkan hasil pertanian mereka.

Penggunaan pestisida sendiri dalam jangka waktu panjang memiliki dampak negatif bagi orang yang mengkonsumsinya. Residu yang ada di dalam pestisida dapat terikut pada bahan pangan yang akan dikonsumsi. Berikut ini adalah cara untuk mengatasi kadar pestisida berlebih pada bahan pangan.

Meminimalisir residu pestisida pada bahan pangan

Salah satu cara untuk mengurangi kadar pestisida adalah dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Pertama, makanlah berbagai varietas buah dan sayuran untuk meminimalisir potensi paparan terhadap satu jenis pestisida tertentu.
  • Cucilah semua bahan pangan yang terkena pestisida adalah cara untuk mengurangi jumlah pestisida yang ada di permukaan bahan pangan.
  • Keringkan seluruh bahan yang telah dicuci bersih dengan kain kering dan bersih.
  • Gosoklah buah dan sayuran yang bersifat kokoh atau keras seperti melon dan umbi-umbian.
  • Kupaslah kulit buah dan sayuran sebisa mungkin.
  • Iris dan buanglah lemak dan kulit dari daging sapi, unggas, dan ikan untuk meminimalkan residu pestisida.

Pencucian

Tahap awal untuk meminimalisir residu pestisida adalah dengan cara mencuci bahan-bahan pangan yang akan dikonsumsi.

Pencucian dilakukan dengan menggunakan air garam dengan konsentrasi 2% untuk membuang residu pestisida yang terdapat di permukaan sayur dan buah.

Mencuci bahan pangan seperti buah-buahan dan sayuran dengan air dingin dapat mereduksi pestisida antara 75%-80% pestisida yang terdapat di permukaan bahan pangan tersebut.

Buah-buahan seperti anggur, jambu biji, plum, mangga, peach, dan pir serta sayuran yang bersifat berair seperti tomat, terung, dan okra memerlukan pencucian sebanyak 2-3 kali pencucian.

Residu pestisida dari sayuran berdaun hijau biasanya dapat hilang melalui proses pengolahan normal seperti blansing dan pemanasan.

Perendaman dalam cuka

Cara kedua untuk mereduksi pestisida adalah melalui perendaman buah dan sayur dalam cuka dengan konsentrasi 10% cuka putih dan 90% air.

Masukkan buah dan sayur kemudian rendam dan aduk selama proses perendaman berlangsung dan selanjutnya tiriskanlah secara berhati-hati.

Lakukanlah perendaman secara berhati-hati untuk buah-buahan yang memiliki kulit tipis seperti berries untuk menghindari kerusakan permukaan kulit luarnya.

Blansing

Cara ketiga untuk mereduksi pestisida adalah melalui proses blansing yaitu pemanasan bahan pangan dengan menggunakan air panas atau uap panas dengan waktu yang singkat. Beberapa jenis pestisida dapat efektif direduksi dengan cara blansing ini. Namun, perlu diperhatikan sebelum melakukan blansing agar seluruh buah dan sayuran telah dicuci dengan merata terlebih dahulu.

Pengupasan

Cara keempat untuk mereduksi pestisida adalah dengan cara mengupas permukaan buah dan sayur. Kulit buah dan sayur merupakan area yang paling berpotensi terdapat residu pestisida paling tinggi.

Proses pengupasan yang diikuti dengan proses lanjutan seperti dehidrasi dan ekstraksi dari produk mentah dapat mereduksi pestisida dengan lebih maksimal pada produk akhirnya.

Pemasakan

Cara kelima untuk mereduksi pestisida adalah dengan cara memasak sayur dan buah yang akan dikonsumsi. Proses pemasakan menggunakan panas yang dapat membuang sejumlah pestisida yang tertinggal pada sayur dan buah.

Produk hewani biasanya juga dapat terkontaminasi oleh pestisida melalui semprotan pestisida. Pemasakan dengan menggunakan tekanan dan pemanggangan akan memindahkan pestisida dari bahan pangan hewani tersebut.

Sedangkan untuk dairy products seperti susu dapat dimasak dengan mendidihkan susu untuk merusak residu pestisida yang terdapat di dalam susu.

Cara meminimalisir jumlah pestisida pada minyak goreng adalah dengan cara memilih jenis minyak goreng, biasanya minyak goreng berjenis refined oil akan memiliki residu pestisida yang lebih rendah dan juga memanaskan minyak goreng hingga suhu tertentu dapat merusak pestisida yang ada di dalamnya.

By Widodo